Posts

Menjaga Mata di Negeri Sakura: Dari SePeLe Jadi Serius

Image
Saya masih ingat betul saat pertama kali menginjakkan kaki di Jepang, tepatnya di Kyoto, musim semi tahun 2018. Udara dingin bercampur bunga sakura yang mulai bermekaran menciptakan suasana romantis yang tak mungkin dilupakan. Tapi satu hal yang tidak saya perhitungkan kala itu: mata saya mulai terasa tidak nyaman. Sepet, perih, dan lelah. Awalnya saya pikir hanya karena kurang tidur akibat jetlag. Tapi lama-lama, rasa tidak nyaman itu muncul setiap sore. Saya jadi sering mengucek mata, sulit fokus melihat papan jadwal kereta, dan merasa seperti ada pasir yang nyangkut di kelopak mata. Sebagai penikmat budaya Jepang yang suka menjelajah, tentu saja kondisi ini mengganggu. Bayangkan berjalan menyusuri gang sempit di Gion yang penuh rumah kayu kuno, tapi tidak bisa menikmati pemandangan karena mata terasa panas. Atau saat mencoba membaca huruf kanji di papan petunjuk, tapi malah berair karena perih. Saya pun mulai mencari tahu: ternyata saya mengalami gejala mata kering. Siapa sangka, ...

Naik Kereta Peluru Shinkansen: Sejarah & Pengalaman Unik

Image
Jika berbicara tentang Jepang, salah satu ikon transportasi yang tak bisa dilewatkan adalah Shinkansen. Kereta peluru ini bukan sekadar moda transportasi biasa, melainkan simbol kecepatan, efisiensi, dan teknologi canggih yang telah mengubah cara orang bepergian di Negeri Sakura. Naik Shinkansen bukan hanya tentang berpindah dari satu kota ke kota lain, tetapi juga sebuah pengalaman unik yang membekas di ingatan. Mari kita telusuri sejarahnya dan sensasi yang ditawarkan saat menaiki kereta cepat ini. Sejarah Singkat Shinkansen Shinkansen pertama kali beroperasi pada 1 Oktober 1964, tepat sebelum Olimpiade Tokyo. Saat itu, jalur pertama yang dibuka adalah Tōkaidō Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dan Osaka. Keberadaan kereta ini menjadi terobosan besar dalam dunia transportasi karena mampu melaju dengan kecepatan hingga 210 km/jam pada masa itu, menjadikannya kereta tercepat di dunia. Seiring waktu, Jepang terus mengembangkan teknologi Shinkansen hingga kini memiliki berbagai tipe ...

Sejarah & Makna Festival Hanami: Menikmati Mekarnya Sakura

Image
Hanami, secara harfiah berarti "melihat bunga", adalah tradisi Jepang yang telah berlangsung selama berabad-abad. Setiap musim semi, masyarakat Jepang berkumpul untuk menikmati mekarnya bunga sakura yang indah. Tradisi ini tidak hanya sekadar menikmati keindahan alam, tetapi juga sarat dengan makna filosofis yang mendalam. Asal-Usul Hanami Tradisi Hanami diyakini bermula pada periode Nara (710–794 M), ketika masyarakat Jepang awalnya mengagumi mekarnya bunga plum atau ume. Namun, pada periode Heian (794–1185 M), fokus beralih ke bunga sakura yang mulai menarik perhatian lebih besar. Kaisar Saga dari periode Heian mengadopsi praktik ini dengan mengadakan pesta di bawah pohon sakura yang sedang berbunga di istana kekaisaran di Kyoto. Para penyair menulis puisi yang memuji keindahan bunga sakura, yang dilihat sebagai metafora kehidupan yang indah namun singkat.  Perkembangan Tradisi Hanami Awalnya, Hanami adalah kegiatan eksklusif bagi kalangan istana dan bangsawan. Namun, s...

Fakta Unik Tentang Ramen: Kenapa Jepang Punya Banyak Variasi?

Image
Ramen adalah salah satu ikon kuliner Jepang yang telah mendunia. Hidangan mi ini tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga cerminan dari kekayaan budaya dan tradisi Jepang. Salah satu aspek yang membuat ramen begitu menarik adalah keberagaman variasinya di berbagai daerah di Jepang. Setiap wilayah memiliki ciri khas tersendiri dalam menyajikan ramen, menciptakan pengalaman kuliner yang unik bagi para penikmatnya. Asal-Usul Ramen Meskipun kini identik dengan Jepang, ramen sebenarnya memiliki akar dari Tiongkok. Mi ini diperkenalkan ke Jepang oleh para imigran Tiongkok pada awal abad ke-20. Seiring waktu, masyarakat Jepang mengadaptasi dan memodifikasi hidangan ini sesuai dengan selera lokal, sehingga lahirlah berbagai varian ramen yang kita kenal saat ini. Keunikan Ramen di Setiap Daerah Keberagaman ramen di Jepang dipengaruhi oleh faktor geografis, budaya, dan ketersediaan bahan lokal. Berikut beberapa jenis ramen khas dari berbagai daerah di Jepang: Sapporo Ramen (Hokkaido) Dik...