Menjaga Mata di Negeri Sakura: Dari SePeLe Jadi Serius
Saya masih ingat betul saat pertama kali menginjakkan kaki di Jepang, tepatnya di Kyoto, musim semi tahun 2018. Udara dingin bercampur bunga sakura yang mulai bermekaran menciptakan suasana romantis yang tak mungkin dilupakan. Tapi satu hal yang tidak saya perhitungkan kala itu: mata saya mulai terasa tidak nyaman. Sepet, perih, dan lelah. Awalnya saya pikir hanya karena kurang tidur akibat jetlag. Tapi lama-lama, rasa tidak nyaman itu muncul setiap sore. Saya jadi sering mengucek mata, sulit fokus melihat papan jadwal kereta, dan merasa seperti ada pasir yang nyangkut di kelopak mata. Sebagai penikmat budaya Jepang yang suka menjelajah, tentu saja kondisi ini mengganggu. Bayangkan berjalan menyusuri gang sempit di Gion yang penuh rumah kayu kuno, tapi tidak bisa menikmati pemandangan karena mata terasa panas. Atau saat mencoba membaca huruf kanji di papan petunjuk, tapi malah berair karena perih. Saya pun mulai mencari tahu: ternyata saya mengalami gejala mata kering. Siapa sangka, ...