Menjaga Mata di Negeri Sakura: Dari SePeLe Jadi Serius
Saya
masih ingat betul saat pertama kali menginjakkan kaki di Jepang, tepatnya di
Kyoto, musim semi tahun 2018. Udara dingin bercampur bunga sakura yang mulai
bermekaran menciptakan suasana romantis yang tak mungkin dilupakan. Tapi satu
hal yang tidak saya perhitungkan kala itu: mata saya mulai terasa tidak nyaman.
Sepet, perih, dan lelah. Awalnya saya pikir hanya karena kurang tidur akibat
jetlag. Tapi lama-lama, rasa tidak nyaman itu muncul setiap sore. Saya jadi
sering mengucek mata, sulit fokus melihat papan jadwal kereta, dan merasa
seperti ada pasir yang nyangkut di kelopak mata.
Siapa sangka, mata kering adalah masalah yang cukup umum di Jepang.
Antara Budaya, Iklim, dan Gaya Hidup Jepang
Banyak
yang mengira Jepang itu negeri yang udaranya selalu segar dan nyaman. Padahal
kenyataannya, sebagian besar wilayah Jepang mengalami musim dingin yang kering
dan penggunaan pemanas ruangan yang tinggi. Begitu juga saat musim panas,
banyak orang menghabiskan waktu di dalam ruangan ber-AC. Kombinasi ini membuat
kelembapan udara turun drastic dan itu adalah musuh alami bagi mata.
Gaya hidup masyarakat Jepang yang serba cepat juga berkontribusi. Orang Jepang sangat terbiasa bekerja dalam waktu lama di depan layar komputer. Budaya kerja keras membuat mereka sering kali menomorsatukan pekerjaan dibandingkan kesehatan. Bahkan saya sempat berbincang dengan seorang pegawai toko buku di Tokyo yang mengaku memakai tetes mata setiap hari karena terlalu lama menatap layar komputer. "Kalau enggak, mata saya sepet banget," katanya sambil tertawa.
Waspadai Gejala SePeLe: Mata Sepet, Perih, Lelah
Sayangnya,
banyak orang yang menganggap remeh gejala awal mata kering. Saya pun dulu
begitu. Sampai akhirnya benar-benar mengganggu aktivitas harian.
Ada
tiga gejala utama yang perlu diwaspadai. Saya menyebutnya gejala SePeLe:
- Sepet: Mata terasa
berat, seperti ada lapisan tipis yang menghalangi penglihatan.
- Perih: Muncul rasa
panas, seperti habis menatap api unggun terlalu lama.
- Lelah: Mata cepat lelah
walaupun aktivitas visual tidak terlalu berat.
Ketika ketiga gejala ini muncul bersamaan, jangan tunda untuk bertindak. Mata kering jangan disepelein. Bahkan dalam beberapa kasus, mata kering yang dibiarkan bisa menyebabkan infeksi atau gangguan penglihatan permanen.
Solusi dari Jepang (dan untuk siapa saja)
Saat
di Jepang, saya menemukan solusi yang ternyata praktis: tetes mata. Tapi tentu
saja tidak sembarang tetes mata. Saya belajar bahwa kita perlu memilih yang
memang diformulasikan khusus untuk mengatasi mata kering.
Kini,
saya selalu membawa INSTO
DRY EYES ke mana-mana, termasuk saat ke Jepang lagi di musim gugur 2023
lalu. Formulanya melembapkan dan membantu meredakan gejala mata kering. Satu
tetes langsung memberi sensasi nyaman, terutama setelah seharian menjelajah
tempat wisata seperti Arashiyama atau naik kereta lokal menuju Kinosaki Onsen.
Kalau kamu mengalami gejala sepet, perih, lelah, tetesin INSTO DRY EYES segera sebelum jadi masalah yang lebih serius. Jangan tunggu sampai pemandangan indah di Jepang, seperti Gunung Fuji dari Danau Kawaguchiko, jadi kabur karena mata berair atau perih.
Tips Sederhana agar Mata Tetap Nyaman
Berikut
beberapa tips yang saya terapkan, baik saat di Jepang maupun di rumah:
- Istirahatkan mata setiap 20 menit
saat bekerja di depan layar (aturan 20-20-20).
- Gunakan humidifier
di ruangan ber-AC untuk menjaga kelembapan udara.
- Hindari mengucek mata,
karena bisa memperparah iritasi.
- Gunakan INSTO DRY EYES
secara rutin saat gejala mulai muncul.
- Perbanyak konsumsi air putih dan makanan
kaya vitamin A seperti wortel dan bayam.
Saya
belajar satu hal penting dari pengalaman pribadi dan dari budaya Jepang yang
sangat menghargai keseimbangan: kita tidak bisa menikmati keindahan dunia jika
tidak merawat indera yang kita miliki.
Mata
adalah jendela bagi semua keindahan—baik festival lentera di Nara, jalanan
bersalju di Hokkaido, hingga senyuman ramah orang Jepang yang menawarkan teh
hijau di toko kecil Kyoto. Jadi kalau kamu mulai merasa mata sepet, perih,
lelah, jangan anggap itu hal kecil. Karena dari yang SePeLe, bisa jadi
serius.
#InstoDryEyes
#MataKeringJanganSepelein


Comments
Post a Comment